Harga Bitcoin melemah saat ETF mencatat arus keluar sebesar US$635 juta

Harga Bitcoin masih berada di bawah tekanan karena permintaan institusional melemah dan para penjual menguji level support penting. Pada 20 Oktober, Bitcoin turun 1,2% menjadi sekitar $81.730. ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih mingguan sekitar $228,6 juta, setelah arus keluar hampir $681 juta pada pekan sebelumnya. Glassnode menyatakan bahwa tekanan jual telah melambat, tetapi permintaan di pasar spot dan dari ETF belum cukup kuat untuk menopang pemulihan yang berkelanjutan. Pada 23 Oktober, Bitcoin turun 0,97% menjadi $81.449,88 setelah gagal bertahan di atas $84.000 saat mencoba pulih dan menghadapi resistansi di sekitar $85.000. Harganya sempat turun di bawah $81.000. Pada 22 Oktober, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sebesar $635,49 juta, membalikkan tiga sesi arus masuk yang sebelumnya membawa sekitar $1,08 miliar. Ini merupakan arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni, meski angka tersebut tidak membuktikan bahwa penarikan dana ETF menyebabkan penurunan harga. Sinyal teknikal masih menunjukkan kehati-hatian. Bitcoin diperdagangkan di bawah indikator-indikator penting, termasuk level Ichimoku harian dan titik tengah Keltner Channel di sekitar $82.559. Trader mengamati resistansi di kisaran $82.500–$82.900; support berada di dekat $80.000, dengan potensi support lebih rendah di sekitar $78.400–$79.700 dan $77.500–$78.000 jika tekanan jual meningkat. Persilangan MACD pada grafik empat jam sempat mengisyaratkan bahwa momentum bearish mungkin mereda, tetapi Bitcoin belum mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat. Likuidasi sekitar $406,27 juta di pasar kripto selama 24 jam turut menambah volatilitas. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, ketidakpastian menjelang pertemuan Federal Reserve, kenaikan harga minyak, dan kekhawatiran makroekonomi yang lebih luas dapat menekan selera risiko. Trader memantau arus ETF, leverage, serta apakah Bitcoin mampu merebut kembali level resistansi atau justru kembali menguji support.
Bearish
Gabungan sinyal menunjukkan prospek Bitcoin yang bearish dalam waktu dekat. Penurunan harga terbaru, arus keluar yang besar dari ETF spot, dan kegagalan mempertahankan kenaikan menunjukkan lemahnya permintaan. Likuidasi dapat memicu aksi jual paksa dan meningkatkan volatilitas, sementara Bitcoin yang diperdagangkan di bawah level teknikal penting membuat area support di sekitar $80.000 rentan. Jika level tersebut ditembus, trader mungkin akan mencermati area $78.400–$79.700 dan, jika aksi jual semakin tajam, zona $77.500–$78.000. Ada beberapa sinyal yang berlawanan: tekanan jual sebelumnya telah mereda, dan persilangan MACD pada grafik empat jam mengisyaratkan bahwa momentum bearish mungkin mulai melemah. Namun, indikator-indikator ini belum menghasilkan pemulihan yang terkonfirmasi. Kembali menembus area resistance $82.500–$82.900, disertai kembalinya arus masuk ETF, akan membantu mengurangi tekanan turun. Dalam jangka panjang, dampak terhadap harga akan bergantung pada apakah permintaan institusional kembali dan kondisi makroekonomi membaik. Arus keluar ETF tidak membuktikan penyebab penurunan Bitcoin, dan satu kali pembalikan arus saja tidak cukup untuk dijadikan kesimpulan. Namun, penarikan dana yang berkelanjutan, ekspektasi suku bunga yang ketat, atau penurunan lebih lanjut dalam selera risiko dapat terus membuat Bitcoin rentan. Secara historis, arus keluar yang tajam dan likuidasi posisi berleverage sering meningkatkan volatilitas jangka pendek; pemulihan yang bertahan lama umumnya membutuhkan kembalinya permintaan dan penguatan harga yang berkelanjutan di atas resistance.