Saham preferen untuk treasury Bitcoin: Metaplanet mengincar modal AS

Saham preferen perusahaan treasury Bitcoin menjadi fokus wawancara yang membahas cara Strategy (MSTR), Strive (ASST), dan Metaplanet mencari modal untuk mendanai kepemilikan Bitcoin mereka. Analis Allard Peng mengatakan Metaplanet kesulitan menerbitkan saham preferen di Jepang, lalu mengambil alih sebuah perusahaan AS agar dapat mengakses pasar modal AS dan bersaing dengan Strategy serta Strive untuk menarik investor. Ia menyebut STRC, saham preferen yang termasuk salah satu IPO terbesar pada 2025, sebagai bukti adanya permintaan investor terhadap jenis pendanaan ini. Pembahasan juga mencakup alasan saham preferen perusahaan treasury Bitcoin turun pada Juni ketika strategi perdagangan berleverage dibatalkan, hal-hal yang dapat memulihkan permintaan atas saham yang diperdagangkan di bawah nilai nominal, serta bagaimana penerbitan saham preferen di atas nilai nominal dapat meningkatkan jumlah bersih Bitcoin per saham biasa. Peng mengatakan ketentuan mengenai dukungan Metaplanet terhadap anak perusahaannya di AS masih perlu diperjelas, dan membahas mengapa transaksi tersebut dapat menguntungkan pemegang saham biasa. Program tersebut mencatat bahwa ETF Bitcoin menarik arus masuk sebesar 1 miliar dolar AS selama tiga sesi perdagangan, sementara BTC tetap di bawah 85.000 dolar AS. Program itu juga membandingkan saham preferen junior Strive dengan imbal hasil tetap 15% dan SATA dengan suku bunga variabel. Materi ini merupakan wawancara dan tinjauan prospek, bukan pengumuman terkonfirmasi mengenai penerbitan di masa depan ataupun nasihat investasi.
Neutral
Artikel ini merupakan wawancara tentang strategi pendanaan dan struktur pasar, bukan penerbitan, pembelian, atau perubahan kepemilikan Bitcoin yang telah dikonfirmasi. Karena itu, implikasinya terhadap perdagangan kripto bersifat tidak langsung. Arus masuk sebesar $1 miliar ke ETF Bitcoin selama tiga sesi yang disebutkan dapat menunjukkan adanya permintaan institusional, tetapi artikel tersebut juga menyatakan bahwa BTC masih berada di bawah $85.000, yang menunjukkan arus masuk itu belum menghasilkan penembusan harga yang jelas. Dalam jangka pendek, trader mungkin akan mencermati respons harga Bitcoin terhadap arus ETF dan sentimen terhadap saham preferen perusahaan treasury Bitcoin. Pembahasan tentang aksi jual pada bulan Juni, yang dikaitkan dengan pelepasan strategi berleverage, mengingatkan bahwa pelemahan saham preferen atau deleveraging paksa dapat menambah volatilitas pada saham-saham terkait dan memengaruhi sentimen, tanpa harus mengubah fundamental Bitcoin. Langkah Metaplanet dapat menarik perhatian pada rencana penghimpunan modalnya di AS, tetapi ketidakpastian mengenai pendanaan anak perusahaannya di AS membatasi sinyal langsungnya. Dalam jangka panjang, akses ke investor AS dan kemampuan menerbitkan sekuritas preferen dapat memberi perusahaan treasury Bitcoin cara lain untuk menghimpun modal. Jika persyaratan penerbitannya menarik dan hasilnya meningkatkan jumlah Bitcoin per saham biasa, investor mungkin memandang struktur ini secara positif. Sebaliknya, biaya pendanaan yang tinggi, kekhawatiran akan dilusi, atau dukungan yang tidak jelas bagi anak perusahaan dapat menekan harga saham perusahaan. Seperti narasi sebelumnya mengenai perusahaan treasury Bitcoin dan arus ETF, dampaknya terhadap BTC bergantung pada apakah penghimpunan modal benar-benar menghasilkan pembelian bersih Bitcoin dan apakah kondisi pasar yang lebih luas mendukung permintaan. Berdasarkan informasi yang tersedia, bukti yang ada tidak cukup untuk mendukung pandangan bullish ataupun bearish yang tegas.