CFTC berupaya menghalangi kasus Utah terhadap Kalshi

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) meminta seorang hakim federal untuk menghentikan Utah melanjutkan kasus perjudian terhadap platform pasar prediksi Kalshi. CFTC berpendapat bahwa undang-undang federal Commodity Exchange Act memberinya kewenangan eksklusif atas kontrak peristiwa yang diperdagangkan di bursa terdaftar CFTC, sehingga mengesampingkan hukum negara bagian di bidang ini. Dalam pengajuan tersebut, Amerika Serikat dan CFTC disebut sebagai penggugat, sedangkan Utah dan Jaksa Agung Derek Brown disebut sebagai tergugat. Utah menggugat Kalshi pada 20 Oktober dengan tuduhan bahwa platform itu menawarkan taruhan olahraga dan politik ilegal, serta menuntut hingga US$60 juta dari keuntungan yang diduga diperoleh. CFTC juga ingin mencegah penegakan hukum negara bagian di masa mendatang terhadap bursa yang diatur secara federal. Utah merupakan negara bagian kesepuluh yang menjadi sasaran tindakan hukum CFTC terkait pasar prediksi. Perselisihan serupa masih berlangsung di tempat lain, dan New Jersey telah meminta Mahkamah Agung AS untuk meninjau kasusnya; pengadilan belum menyatakan apakah akan melakukannya. Hasil perkara ini dapat membentuk lingkungan hukum bagi Kalshi, Polymarket, dan pasar prediksi lainnya, tetapi tidak secara langsung mengubah aturan perdagangan mata uang kripto ataupun menjadi katalis harga langsung bagi aset kripto.
Neutral
Sengketa ini menyangkut kewenangan regulator atas pasar prediksi, bukan operasi atau fundamental suatu mata uang kripto tertentu. Jika upaya CFTC untuk menghalangi perkara Utah berhasil, hal itu dapat mendukung platform pasar prediksi yang diatur secara federal. Sebaliknya, putusan yang merugikan dapat meningkatkan pembatasan di tingkat negara bagian dan ketidakpastian hukum. Kedua kemungkinan tersebut dapat memengaruhi sentimen terhadap bisnis pasar prediksi, termasuk Polymarket, tetapi rangkuman yang tersedia tidak menunjukkan adanya perubahan langsung pada aturan perdagangan kripto, permintaan token, atau likuiditas pasar. Karena itu, dampak jangka pendek terhadap harga kripto kemungkinan terbatas, sedangkan dampak jangka panjang akan bergantung pada apakah preseden hukum tersebut mengubah akses ke platform-platform ini atau ekspektasi regulasi yang lebih luas. Karena tidak ada katalis khusus yang jelas terkait token tertentu, dampak yang diperkirakan terhadap harga mata uang kripto bersifat netral.