HYPE melonjak 21% setelah Trump menyebutnya, tetapi risikonya masih ada

HYPE melonjak 21,3% dalam 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Hyperliquid dalam pertemuan di Gedung Putih pada 19 Agustus 2026. Token tersebut mencapai sekitar $71,45, sementara Hyperliquid Strategies yang tercatat di Nasdaq dan memiliki HYPE naik hingga 31% pada perdagangan intrahari. Trump mengaitkan Hyperliquid dengan upaya Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Michael Selig untuk merancang jalur yang sesuai dengan aturan bagi platform tersebut di AS. Namun, hingga akhir Oktober CFTC belum memberikan persetujuan resmi, belum ada kerangka kepatuhan khusus, dan Hyperliquid masih membatasi pengguna AS. Pembicaraan dengan perantara yang teregulasi, termasuk Payward, belum menghasilkan kesepakatan final. Reli ini juga disertai preseden yang patut diwaspadai. Analisis terhadap delapan dukungan atau acara promosi kripto yang melibatkan Trump menemukan kenaikan rata-rata 31% dalam 24 jam pertama, kemudian diikuti penurunan rata-rata sekitar 60%. Kenaikan awal HYPE lebih kecil daripada angka rata-rata tersebut. Para trader memantau apakah ada kemajuan regulasi yang konkret, sementara riwayat pembalikan harga setelah dukungan semacam itu meningkatkan risiko koreksi.
Bearish
Reaksi langsungnya bullish: HYPE naik 21,3% dalam sehari setelah pernyataan Trump, dan saham Hyperliquid Strategies sempat naik hingga 31%. Pergerakan tajam seperti ini dapat menarik para trader momentum dan meningkatkan volatilitas jangka pendek. Namun, berita tersebut tidak mengonfirmasi adanya persetujuan regulator, kerangka kepatuhan, atau kesepakatan yang memungkinkan pengguna AS mengakses Hyperliquid. Karena itu, reli tersebut sebagian besar bertumpu pada prospek kemajuan regulasi di masa depan, bukan perubahan status platform yang telah terealisasi. Perbandingan historis menambah risiko penurunan. Artikel tersebut mengutip analisis atas delapan dukungan atau acara promosi kripto yang terkait dengan Trump: aset-aset itu rata-rata naik 31% dalam 24 jam pertama, lalu mencatat penurunan rata-rata sekitar 60%. Ini bukan ramalan untuk HYPE, dan keterlibatan CFTC yang dilaporkan dapat membuat kasus ini berbeda dari dukungan yang semata-mata bersifat promosi. Meski begitu, hal ini menyoroti kemungkinan trader mengambil untung setelah lonjakan yang didorong oleh perhatian publik. Dalam jangka pendek, HYPE mungkin tetap volatil seiring trader bereaksi terhadap pernyataan lanjutan, momentum harga, dan aksi ambil untung. Koreksi bisa terjadi jika perkembangan regulasi tidak terwujud. Dalam jangka panjang, keputusan resmi CFTC, kerangka kepatuhan yang dapat diterapkan, atau kesepakatan yang dituntaskan dengan perantara yang teregulasi dapat memberikan dukungan yang lebih kuat. Sampai saat itu, berita ini lebih merupakan katalis spekulasi daripada konfirmasi membaiknya akses ke pasar AS, sehingga profil risiko-imbalannya cenderung mengarah ke sisi penurunan.