Aksi jual di KOSPI meningkatkan risiko jangka pendek bagi kripto
Tom Lee dari BitMine memperingatkan bahwa aksi jual tajam KOSPI Korea Selatan dapat menambah tekanan jangka pendek pada pasar kripto. Indeks tersebut turun lebih dari 5% dan sempat merosot lebih dari 7% dalam perdagangan intraday, sehingga sesaat berada di bawah 6.000 poin. Korea Exchange mengaktifkan mekanisme sidecar selama lima menit. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix juga turun tajam.
Lee mengatakan bahwa margin call dapat memaksa investor Korea menjual aset lain, termasuk kripto. Risiko ini patut diperhatikan karena investor ritel Korea Selatan berpengaruh besar di pasar aset digital. Kripto memang sudah bergejolak: Bitcoin sempat turun ke sekitar US$81.000 sebelum pulih mendekati US$84.000, Ether kembali naik di atas US$2.500, dan XRP diperdagangkan di sekitar US$1,37. Posisi kripto senilai sekitar US$810 juta dilikuidasi dalam 24 jam, dengan kira-kira 85% di antaranya merupakan posisi long. Namun, laporan tersebut tidak memastikan bahwa aksi jual saham menyebabkan likuidasi ini.
Para trader akan memantau kemungkinan likuidasi lebih lanjut di pasar saham, perubahan likuiditas dan tingkat pendanaan kripto, serta apakah KOSPI stabil. Peristiwa ini menunjukkan risiko penurunan dan volatilitas jangka pendek bagi kripto, termasuk ETH, tetapi tidak memastikan adanya tren berkepanjangan. Secara terpisah, BitMine dilaporkan memegang sekitar 6,03 juta ETH, atau 4,9% dari total pasokannya, setelah pembelian baru-baru ini.
Bearish
Dampak harga langsungnya bersifat bearish karena aksi jual KOSPI meningkatkan risiko bahwa investor yang menghadapi margin call pada saham akan menjual kripto untuk mendapatkan uang tunai. Laporan menggambarkan pasar yang sudah volatil, dengan Bitcoin sempat turun ke sekitar US$81.000 dan posisi kripto senilai kira-kira US$810 juta dilikuidasi selama 24 jam, sebagian besar merupakan posisi long. Angka-angka ini menunjukkan sentimen jangka pendek yang rapuh dan potensi volatilitas lebih lanjut pada BTC, ETH, dan XRP. Namun, laporan tersebut tidak membuktikan bahwa aksi jual saham menyebabkan likuidasi itu, sehingga kaitannya sebaiknya dipandang sebagai risiko, bukan pemicu yang sudah terkonfirmasi. Dalam jangka panjang, peristiwa ini saja tidak menentukan arah kripto; dampaknya akan bergantung pada apakah likuiditas saham Korea dan kripto stabil atau tekanan jual paksa yang lebih luas terus berlanjut.