McGlone memperingatkan bahwa Bitcoin bisa turun ke US$10.000

Mike McGlone, strateg Bloomberg Intelligence, mengatakan Bitcoin dapat turun ke $10.000. Ia memperingatkan bahwa risiko terkait AI dan kondisi makroekonomi yang sulit dapat menekan pasar. Menurutnya, peluncuran ETF Bitcoin spot mungkin menandai berakhirnya reli, dan ia menggambarkan Bitcoin sebagai aset berbeta tinggi yang semakin bergerak seiring saham, alih-alih menawarkan keunggulan tersendiri. McGlone juga menyoroti ekspektasi suku bunga sebagai hambatan: pasar memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang dapat membebani Bitcoin dan komoditas lainnya. Wawancara tersebut juga membahas risiko pasar energi, stablecoin, dan GENIUS Act. Perkiraan $10.000 yang ia sampaikan merupakan pandangan mengenai pasar, bukan peristiwa yang telah dipastikan, dan artikel tersebut tidak menyebutkan jangka waktunya.
Bearish
Artikel ini bernada bearish terhadap sentimen Bitcoin karena McGlone menyampaikan target penurunan ke $10.000 dan menyebut beberapa potensi hambatan: risiko terkait AI, kemungkinan berakhirnya reli yang didorong ETF, korelasi Bitcoin yang semakin kuat dengan saham, serta ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Fed. Jika para trader menganggap serius argumen ini, mereka dapat mengurangi eksposur risiko, meningkatkan lindung nilai atau penjualan, dan menambah volatilitas, terutama jika Bitcoin melemah bersamaan dengan saham teknologi atau aset berisiko lainnya. Aksi jual yang didorong faktor makro serupa pernah terjadi ketika kebijakan moneter yang lebih ketat dan menurunnya selera risiko menekan pasar kripto. Namun, ini adalah perkiraan dari seorang strateg, bukan perkembangan pasar yang telah terkonfirmasi, dan artikel tersebut tidak menyebutkan jangka waktu untuk target itu. Permintaan ETF, likuiditas, kebijakan Fed yang sebenarnya, serta perubahan selera risiko investor dapat mengimbangi pandangan bearish tersebut. Dalam jangka pendek, komentar itu dapat membebani sentimen, tetapi pergerakan harga jangka panjang akan lebih bergantung pada arus pasar dan kondisi ekonomi daripada pada prediksi itu saja.