Pencurian kripto yang terkait dengan Korea Utara mencapai lebih dari US$11,8 miliar
Pencurian kripto yang terkait dengan Korea Utara dikaitkan dengan 37 insiden pada 2017 hingga 2026, dengan perkiraan kerugian sekitar US$11,8 miliar, menurut laporan sebelumnya. Tinjauan yang lebih baru terhadap 12 kasus besar pada 2022 hingga 2026 memperkirakan kerugian sekitar US$9,74 miliar, menggunakan valuasi pada saat masing-masing insiden dan hanya mencakup kasus-kasus terpilih. Angka-angka tersebut mencerminkan perbedaan cakupan, bukan perubahan yang jelas pada perkiraan keseluruhan.
Tinjauan yang lebih baru mencatat sekitar US$6,3 miliar kerugian terkait Binance—sekitar 65% dari total kasus terpilihnya—serta menyebut insiden besar yang melibatkan Bybit (US$1,5 miliar), Ronin/Axie Infinity (US$620 juta), Bitget (US$388 juta), DMM Bitcoin (US$308 juta), WazirX (US$235 juta), Harmony Horizon (US$100 juta), dan Atomic Wallet (US$100 juta). Otoritas AS mengaitkan insiden Binance, Bybit, dan DMM Bitcoin dengan kelompok TraderTraitor; sebagian besar kasus lainnya dikaitkan dengan jaringan Lazarus. Laporan sebelumnya juga menguraikan pembobolan hot wallet Binance yang berdampak pada sembilan jaringan dan transfer lebih dari US$6,26 miliar, serta rekayasa sosial, perangkat yang disusupi, akses orang dalam, dan dugaan penggunaan identitas palsu serta alat bantu berbasis AI.
Bagi trader, laporan-laporan tersebut menegaskan risiko keamanan yang terus mengancam bursa dan dompet kripto. Pengungkapan tambahan atau bukti bahwa infrastruktur telah disusupi dapat menekan token yang terkait dengan bursa dan sentimen pasar, meskipun angka-angka itu saja tidak membuktikan kerugian pada token tertentu. Trader dapat memantau pernyataan bursa, langkah-langkah keamanan, dan aktivitas on-chain terkait.
Bearish
Laporan-laporan tersebut menggambarkan pencurian berskala besar yang melibatkan bursa besar dan infrastruktur kripto, yang dapat mengikis kepercayaan terhadap keamanan bursa dan menimbulkan kekhawatiran tentang risiko pihak lawan. Dalam jangka pendek, pengungkapan baru atau bukti adanya pembobolan dapat memicu penghindaran risiko dan aksi jual pada token yang terkait dengan bursa, termasuk BNB, saat para trader menilai kembali eksposur mereka terhadap platform. Namun, ringkasan tersebut tidak menyatakan bahwa BNB sendiri telah dicuri atau bahwa kerugian yang dilaporkan secara langsung memengaruhi pasokan maupun fundamentalnya, sehingga reaksi harga yang spesifik terhadap token ini mungkin terbatas atau hanya sementara. Dalam jangka panjang, kontrol kustodian, audit, dan penanganan insiden yang lebih kuat dapat meningkatkan kepercayaan, sedangkan serangan berulang atau praktik keamanan yang lemah dapat mempertahankan diskon risiko. Laporan-laporan itu saja tidak mengonfirmasi adanya gangguan yang sedang berlangsung di seluruh pasar.