Korea Selatan akan mewajibkan pelaporan transfer kripto ke luar negeri
Korea Selatan berencana mewajibkan perusahaan kripto tertentu untuk mendaftar dan melaporkan transfer aset virtual lintas batas mulai 3 Desember 2026. Aturan yang diusulkan mencakup transfer antara bursa domestik dan luar negeri, serta transfer antara bursa dan dompet pribadi. Perusahaan yang memenuhi kriteria harus melaporkan data transaksi melalui sistem informasi valuta asing Bank of Korea dan memenuhi persyaratan terkait personel serta teknologi. Draf aturan tersebut tidak secara resmi mengakui USDT atau USDC sebagai instrumen pembayaran, juga tidak mengumumkan pembatasan baru atas perdagangan stablecoin. Masa penyampaian komentar publik berakhir pada 26 Oktober, setelah itu aturan tersebut akan menjalani peninjauan lebih lanjut. Kerangka ini dapat meningkatkan biaya kepatuhan bagi bursa seperti Upbit dan Bithumb, tergantung pada kegiatan mereka, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap transfer kripto ke luar negeri.
Neutral
Proposal ini merupakan perkembangan regulasi dan kepatuhan, bukan perubahan langsung pada akses perdagangan kripto atau pembatasan baru terhadap USDT dan USDC. Karena itu, dampak langsungnya terhadap pasar kemungkinan terbatas. Trader mungkin akan mencermati biaya kepatuhan tambahan atau perubahan operasional di bursa Korea Selatan, yang dapat memengaruhi arus lintas negara atau aktivitas perdagangan di platform tertentu. Namun, artikel tersebut tidak menunjukkan bahwa stablecoin akan kehilangan akses perdagangan atau memperoleh status pembayaran resmi, sehingga reaksi harga yang luas sulit dibenarkan.
Dalam jangka pendek, tenggat penyampaian komentar pada 26 Oktober dan peninjauan aturan setelahnya dapat menimbulkan ketidakpastian bagi perusahaan yang terdampak. Panduan yang jelas mengenai transfer mana yang wajib dilaporkan dapat memengaruhi operasional bursa dan likuiditas lokal, tetapi dampak terhadap harga kemungkinan akan bergantung pada detail penerapannya, bukan pengumumannya semata. Kerangka pelaporan regulasi serupa sering memicu volatilitas singkat di pasar yang terdampak secara lokal, sedangkan dampaknya terhadap harga kripto global umumnya bergantung pada apakah kerangka tersebut secara material membatasi akses atau likuiditas.
Dalam jangka panjang, pengawasan yang lebih ketat dapat meningkatkan transparansi dan membantu otoritas mendeteksi aktivitas valuta asing yang tidak berizin. Di saat yang sama, persyaratan pendaftaran, tenaga kerja, dan sistem dapat meningkatkan biaya penyedia layanan serta berpotensi mengalihkan sebagian aktivitas ke platform atau saluran lain. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan pemantauan yang lebih ketat, bukan katalis bullish atau bearish yang jelas bagi pasar kripto secara luas.