Kredit Strive yang didukung Bitcoin menargetkan volatilitas lebih rendah

Chief Risk Officer Strive, Jeff Walton, mengatakan produk kredit perusahaan yang didukung Bitcoin, SATA dan SATS, dapat memberikan pendapatan sekaligus mengalihkan sebagian besar risiko harga Bitcoin kepada pemegang saham biasa. Sekuritas preferen perpetual tersebut dilaporkan memberikan imbal hasil masing-masing sekitar 13% dan 15%, serta didukung oleh cadangan Bitcoin dan kas likuid Strive. Perusahaan menghimpun hampir US$700 juta melalui penawaran SATS yang mengalami kelebihan permintaan, melampaui target US$500 juta. Pada awal hingga pertengahan Oktober 2026, Strive memiliki antara 32.773 dan 36.800 BTC, termasuk pembelian baru-baru ini sebanyak 3.311 BTC. Walton mengatakan kredit berbasis Bitcoin yang memiliki peringkat kredit dapat membantu menarik investor institusional, yang banyak di antaranya tidak dapat membeli sekuritas tanpa peringkat. Namun, struktur ini mengalihkan risiko, bukan menghilangkannya: pemegang sekuritas preferen menerima pendapatan, sedangkan pemegang saham biasa menanggung paparan yang lebih besar terhadap volatilitas Bitcoin. Peringkat kredit dan kinerja saat Bitcoin mengalami aksi jual tajam masih menjadi ujian penting bagi strategi ini.
Neutral
Pengumuman ini bersifat netral bagi pasar kripto secara luas. Sekuritas preferen Strive dapat memperluas akses ke produk pendapatan yang terkait dengan Bitcoin dan, jika memperoleh peringkat kredit, menarik institusi yang dilarang membeli aset tanpa peringkat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mendukung integrasi yang lebih erat antara Bitcoin dan pasar kredit tradisional. Namun, artikel tersebut membahas strategi pendanaan perusahaan, bukan perubahan langsung pada permintaan Bitcoin, regulasi, atau fundamental jaringan. Dalam jangka pendek, trader mungkin akan berfokus pada penggalangan dana SATS dalam jumlah besar dan kepemilikan Bitcoin Strive yang dilaporkan. Angka-angka tersebut dapat memperbaiki sentimen terhadap Strive dan perusahaan lain yang menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury, tetapi tidak membuktikan adanya sumber tekanan beli yang berkelanjutan di seluruh pasar. Imbal hasil yang disebutkan bukan bukti bahwa sekuritas tersebut berisiko rendah atau bahwa volatilitas Bitcoin telah berkurang. Risikonya hanya dialihkan: pemegang saham preferen memiliki prioritas atas pembagian hasil, sedangkan pemegang saham biasa lebih terekspos terhadap pergerakan harga Bitcoin. Dampak jangka panjang bergantung pada peringkat kredit, permintaan atas penerbitan di masa mendatang, kecukupan agunan dan kas, serta kinerja sekuritas dan saham Strive saat Bitcoin mengalami penurunan tajam. Seperti pengumuman sebelumnya tentang perusahaan treasury Bitcoin dan produk imbal hasil, antusiasme investor dapat mendorong kenaikan saham atau produk terkait pada awalnya, sementara aksi jual menyingkap risiko leverage, likuiditas, dan konsentrasi. Sampai struktur ini teruji dalam kondisi penurunan dan adopsi institusional terbukti, dampak yang mungkin terjadi terhadap pasar secara luas tetap terbatas.