Imbal hasil obligasi Treasury melampaui 5% saat Fed mempertahankan suku bunga

Analis ING mengatakan bahwa inflasi yang terus berlanjut dan keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga membuat prospek kebijakan AS saat ini kurang memberikan perlindungan dibandingkan harapan pasar. Sikap hawkish ini membantu menjelaskan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang kembali menembus 5%. Para analis menambahkan bahwa panduan suku bunga Bank Sentral Eropa mungkin kurang menarik perhatian dibandingkan perkembangan di Prancis dan kemungkinan perubahan persyaratan cadangan minimum. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dapat memengaruhi selera risiko global, termasuk permintaan terhadap mata uang kripto.
Bearish
Artikel ini menggambarkan latar makroekonomi yang hawkish: inflasi masih tinggi, The Fed menahan suku bunga, dan ING menyatakan bahwa kondisi ini sejalan dengan imbal hasil Treasury 10 tahun yang naik di atas 5%. Imbal hasil yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, sekaligus memperketat kondisi keuangan dan mengurangi minat terhadap risiko. Karena itu, laporan ini menjadi sinyal negatif moderat bagi kripto dalam waktu dekat, terutama jika imbal hasil obligasi dan dolar AS terus menguat. Periode serupa dengan kenaikan imbal hasil dan ekspektasi kebijakan Fed yang restriktif sering kali bertepatan dengan tekanan pada aset berisiko, meskipun respons kripto bisa beragam dan turut dipengaruhi oleh arus dana, posisi pasar, serta berita khusus sektor. Artikel ini tidak melaporkan keputusan Fed yang baru atau katalis langsung bagi kripto, sehingga dampaknya bersifat tidak langsung, bukan pemicu pasar yang menentukan. Dalam jangka panjang, arah inflasi, imbal hasil obligasi, dan kebijakan Fed akan lebih penting daripada penilaian ini saja; imbal hasil yang menurun dapat membalikkan tekanan tersebut.