Militer AS Siapkan Opsi Serangan ke Iran, Tingkatkan Risiko bagi Minyak dan Kripto

Pasukan AS di Timur Tengah dilaporkan siap melancarkan operasi yang berpotensi besar terhadap Iran dalam waktu 96 jam setelah mendapat perintah dari Presiden Donald Trump. Rencana tersebut belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Gedung Putih atau Pentagon, dan belum ada serangan yang diperintahkan. Pejabat yang mengetahui perencanaan itu mengatakan keputusan dapat diambil sebelum akhir tahun, tetapi dinilai lebih mungkin terjadi setelah pemilihan paruh waktu AS. Sasaran potensial dapat mencakup lebih dari sekadar aset militer, termasuk infrastruktur energi dan fasilitas terkait nuklir. Laporan tersebut meningkatkan perhatian terhadap harga minyak dan selera risiko. Minyak mentah Brent berada di sekitar US$109,60 pada 26 Oktober, sementara Bitcoin diperdagangkan mendekati US$79.900, turun tipis dalam 24 jam terakhir. Eskalasi besar dapat mendorong harga minyak naik dan menekan aset berisiko, termasuk mata uang kripto, meskipun respons Bitcoin bisa bervariasi saat para pedagang menilai kembali perannya sebagai aset lindung nilai. Rencana yang dilaporkan itu masih belum terverifikasi; para pedagang memantau pernyataan resmi AS, perkembangan militer, dan data pasar minyak.
Bearish
Laporan mengenai rencana serangan terhadap Iran belum dikonfirmasi dan bukan berarti aksi militer akan segera terjadi. Namun, kemungkinan eskalasi besar-besaran menimbulkan ancaman jangka pendek berupa penurunan selera risiko dalam perdagangan kripto. Konflik yang mengganggu infrastruktur energi atau pelayaran melalui Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak naik, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, dan mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Faktor-faktor tersebut kerap menekan Bitcoin dan aset berisiko lainnya ketika para trader beralih ke uang tunai atau aset tradisional yang dianggap sebagai tempat berlindung. Guncangan geopolitik serupa pernah memicu aksi jual kripto yang tajam tetapi terkadang hanya berlangsung singkat; pergerakan harga sering berbalik arah saat kekhawatiran akan eskalasi dalam waktu dekat mereda. Untuk saat ini, laporan tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan mendorong pelaku pasar mengambil posisi lebih hati-hati, alih-alih membentuk tren pasar yang berkelanjutan. Jika serangan dikonfirmasi dan arus energi atau pelayaran terdampak, tekanan turun di pasar kripto dapat semakin dalam. Jika laporan tetap belum terverifikasi atau ketegangan mereda, dampaknya mungkin memudar. Dampak jangka panjang akan bergantung pada skala dan lamanya konflik, seberapa lama harga minyak bertahan tinggi, kondisi likuiditas yang lebih luas, serta apakah investor memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai atau aset berisiko tinggi.