XRP Bisa Turun ke US$0,98 Jika Support US$1,26 Jebol
XRP berpotensi turun lebih jauh jika menembus level support $1,26, menurut analis kripto Ali. Level tersebut dipandang sebagai batas bawah kanal harga yang terbentuk sejak Agustus. Ali mengatakan XRP dapat lebih dulu turun ke $1,11, dengan $0,98 sebagai target penurunan berikutnya—sekitar 22% di bawah $1,26—jika aksi jual oleh whale berlanjut.
Data on-chain menunjukkan kemungkinan tekanan jual: jumlah dompet yang menyimpan 10 juta hingga 100 juta XRP turun dari 351 menjadi 339 dalam beberapa minggu terakhir, sementara jumlah XRP di bursa naik sekitar 50 juta, dari 11,003 miliar menjadi sekitar 11,05 miliar. Tren ini dapat mengindikasikan potensi pasokan yang meningkat, tetapi tidak membuktikan bahwa para pemegang telah menjual atau akan menjual. Trader dapat memantau support $1,26, saldo XRP di bursa, dan aktivitas whale untuk melihat apakah XRP dapat stabil.
Bearish
Laporan ini bersikap bearish terhadap XRP dalam waktu dekat karena menyoroti kemungkinan penurunan di bawah $1,26, dengan level penurunan di $1,11 dan $0,98. Berkurangnya jumlah dompet yang menyimpan 10 juta hingga 100 juta XRP, disertai kenaikan saldo di bursa sekitar 50 juta, dapat menambah kekhawatiran trader mengenai potensi pasokan untuk dijual. Arus masuk ke bursa dan saldo yang meningkat kerap dipantau sebagai kemungkinan sinyal tekanan jual, meskipun hal tersebut tidak membuktikan bahwa penjualan telah terjadi.
Jika XRP turun menembus $1,26, trader jangka pendek mungkin akan mengurangi eksposur atau memasang order stop, yang berpotensi memperbesar volatilitas menuju level-level yang disebutkan. Sebaliknya, jika harga bertahan atau pulih di atas support, skenario bearish dapat melemah dan mendorong penutupan posisi short. Episode pasar serupa menunjukkan bahwa perubahan saldo whale dan cadangan di bursa dapat membentuk sentimen, tetapi keduanya tidak dapat diandalkan untuk memprediksi arah harga secara mandiri. Kondisi pasar kripto yang lebih luas, likuiditas, dan volume perdagangan aktual juga berpengaruh.
Dalam jangka panjang, laporan ini saja tidak cukup untuk memastikan adanya tren yang bertahan lama. Trader sebaiknya memperlakukan target harga tersebut sebagai skenario analis, bukan kepastian, serta memantau apakah support ditembus dengan volume yang signifikan dan apakah saldo di bursa terus meningkat.